PERKEBUNAN KALI KLATAK

Lokasi

Perkebunan Kaliklatak terletak kurang lebih 15 km dari Pelabuhan pernyebrangan Ketapang, Banyuwangi  menuju ke arah pedalaman. Perkebunan Kaliklatak memiliki luas sebesar 1013 Hektar, terletak di ketinggian 450 meter diatas permukaan laut. Di bagian yang tertinggi sekitar 850 mDPL yakni Hargosonyo, wisatawan dapat melihat pemandangan Kota Banyuwangi, Selat Bali, Semenanjung Blambangan dan Pulau Bali. Perkebunan Kaliklatak awalnya milik perusahaan Belanda Mij. Moorman & Co. dengan pimpinan Administratur seorang Belanda. Pada Tahun 1957 berpindah tangan ke R. Soehoed Prawiroatmodjo, seorang penguasaha pribumi yang memulai karirnya dari bawah. Pada mulanya perkebunan ini ditanami kopi, karet dan setelah itu kakao.
Di tangan Bapak R. Soehoed Prawiroatmodjo, Kaliklatak dikembangkan dengan penambahan berbagai jenis tanaman ekonomis seperti Lada, Pala, Cengkeh, Vanili, Kayu Manis, Keningar, Kayu Putih, Kelapa serta buah-buahan dari berbagai jenis seperti Pisang, Jeruk dan Klengkeng. Keistimewaan di Perkebunan Kaliklatak ini adalah adanya peragaan pengolahan kopi, mulai dari penanaman, pemeliharaan, pemetikan biji kopi, dan pengolahan menjadi biji kopi siap konsumsi. Demikian juga dengan pengelolaan tanaman Karet, mulai dari pengambilan getah sampai pada tahap proses menjadi bahan dasar pembuatan produk karet lainnya.


Aksesibilitas
Perkebunan Kaliklatak terletak kurang lebih 15 km dari Pelabuhan pernyebrangan Ketapang, Banyuwangi  menuju ke arah pedalaman.


Fasilitas dan Akomodasi
Untuk fasilitas penunjang tersedia perumahan untuk karyawan, Taman Kanak-Kanak, Gedung Kesenian dan Olahraga, Tempat Ibadah (Masjid dan Gereja), dan Pasar. Gedung Kesenian dan Olahraga dimanfaatkan sebagai tempat latihan menari, karawitan, senam dan olahraga.