KUE PATOLA

Kue Patola jajanan khas yang satu ini merupakan jajanan khas Suku Using Banyuwangi. Jananan khas yang muncul saat ramadhan tiba, sering menjadi buruan masyarkat Banyuwangi sebagai hidangan pembuka saat berbuka puasa. beberapa Masyarakat Banyuwangi ada yang menyebut Patola ini juga sebagai Precet. Namun hal itu berbeda, baik dari bahan baku maupun cara pembuatannya. Patola yang biasa di temui memiliki beragam warna yang menarik dan membentuk seperti mie yang telah di cetak dan dibuat dalam bentuk bulatan - bulatan.

Patola biasanya disajikan dengan menggunakan santan yang di campur dengan pandan dan gula Aren. harga yang dipatok untuk mendapatkan satu porsi patola cukup terjangkau, mulai dari Rp. 3000 hingga Rp. 8000. Untuk mendapatkan jajanan khas Banyuwangi saat ramdhan sangatlah mudah, berbagai penjual menjajakan patola ini di sepanjang jalan kota Banyuwangi menjelang sore hari hingga berbuka puasa tiba.

Tepung beras,santan dan gula merah adalah bahan baku dari jajanan khas Patola. Berbagai bahan di buat sendiri seperti tepung beras. Cara pembuatannya mula - mula beras yang telah di siapkan di rendam semalaman dan di tiriskan hingga kering keesokan harinya. Kemudian beras di giling hingga menjadi tepung. Tepung yang telah jadi, direbus hingga setengah matang dan dicampurkan pewarna makanan. Setelah bercampur dengan mengaduk seluruh bahan dan menbentuk adonan, bahan siap di cetak menjadi patola dengan cetakan khusus. Patola yang sudah tercetak nantinya akan di kukus kembali hingga Matang. Untuk menambah aroma yang wangi, saat mengukus patola bisa dengan membungkus dengan Daun pisang.  Kuah santan manis adalah sajian pendamping Patola, cara pembuatannya adalah dengan merebus santan, Gula merah atau gula aren dan Pandan hingga mendidih. lalu siap disajikan hangat ataupun dingin.