KLENTENG HOO TONG BIO

Banyuwangi memiliki tempat bersejarah umat Tionghoa dan sampai saat ini tempat tersebut menjadi tempat peribadatan umat Tionghoa. Tempat bersejarah ini bernama Klenteng Hoo Tong Bio.Berlokasi di Kelurahan Karangrejo, tepatnya di daerah Pecinan, Jalan Ikan Gurami nomor 54 Banyuwangi. Tempat dimana orang-orang Banyuwangi yang keturunan Tionghoa tinggal. Klenteng tersebut dijuluki sebagai benteng perlindungan bagi orang-orang keturunan Tionghoa di Banyuwangi. Pendiri tempat bersejarah ini adalah Tan Hu Cin Jin dan didirikan pada tahun 1764-1768. Pembangunan Klenteng ini diperuntukan untuk mengenang jasa seorang Kapiten Tan Hu Cin Jin, yang pada saat itu telah terjadi pembataian terhadap orang Tionghoa oleh Batavia. Kemudian sang Kapiten dan para krunya memimpin pelarian orang-orang Tionghoa, tetapi kapalnya terdampar di Banyuwangi dan akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal di Banyuwangi.

 

            Setiap Tahun Baru Imlek, Klenteng Hoo Tong Bio melakukan ritual Tolak Bala (Hokkien : ci suak) dan perayaan ulang tahun bertahtanya Kongco Chen Fu Zhen Ren di Klenteng Hoo Tong Bio. Biasanya perayaan ulang tahun ini diwarnai dengan berbagai hiburan, khususnya pluralisme kebudayaan dan kebudayaan lokal. Bukan hanya sebatas menampilkan hiburan saja, tetapi juga mengadakan bakti sosial yaitu dengan membagikan sembako kepada masyarakat kurang mampu. Klenteng ini memiliki arsitektur yang unik, dilihat dari pintu gerbangnya hingga bangunan utamanya. Terdapat 3 buah pintu utama untuk masuk ke Klenteng, 2 pintu diperuntukan untuk umat yang akan melakukan sembahyang dan pintu depannya digunakan untuk melaukan acara ritual keagamaan. Klenteng tersebut didominasi dengan warna merah, yang menurut kepercayaan orang Tionghoa berarti kegembiraan, kebahagiaan, dan kesejahteraan.