BARONG BANYUWANGI

Kara “barong” memiliki beberapa pengertian. Dalam bahasa Sansekerta, barong memiliki arti beruang, yakni berasal dari kata “B (h) arwang”. Selain itu barong berarti pula akar-akaran yang hidup di dekat rumpun bamboo. Berarti juga pertunjukan yang berwujud tiruan dari binatang buas. Melihat dari arti kata tersebut, makna terakhir yang lebih mengarah pada kesenian barong. Blambangan atau Banyuwangi memeliki beberapa barong.

Diantaranya Barong Kemiren, Barong Perejeng, dan Barong Using atau Blambangan. Bentuk kesenian barong adalah kepala berbentuk raksasa yang besar, dengan mata melotot dan taring keluar. Kesenian barong merupakan seni cerita rakyat dan salah satu yang paling terkenal adalah Barong Jakiprah, yang mengisahkan perjuangan penduduk desa membuka area hutan untuk digunakan sebagai area pertanian.

Untuk membuka tempat baru tersebut, penduduk harus menghadapi makhluk – makhluk halus yang ada di hutan. Pemetnasan kesenian ini pada malam hari dan selesai pagi hari. Pesan untuk melestarikan hutan sealu disampaikan kepada penonton.