ASRAMA INGGRISAN

Asrama Inggrisan terletak di Jalan Diponegoro, Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi. Asrama ini dulunya adalah markas yang bernama SINGODILAGA, kemudian diganti dengan nama LOJI (dalam Bahasa Inggris : Lodge) yang berarti penginapan / pintu penjagaan. Bangsa Belanda pada tahun 1766-1811 mendirikan bangunan ini dengan luas area sekitar 1 Hektar dan membangun gorong-gorong disekitar bangunan asrama yang terhubung langsung dengan Kali Lo (selatan) dan Boom (timur). Setelah kekalahan Belanda dalam peperangan, asrama ini diserahkan kepada Inggris. Asrama Inggrisan pernah menjadi stasiun kabel telegraf bawah laut yang menjadi titik penghubung komunikasi antara pihak Inggris dengan Australia. Namun jejak kabel telegraf sudah dihancurkan oleh Jepang saat perang dunia kedua.

Dari situs , menampilkan sebuah informasi penting. Pada 1870, seperti ditulis Bill Glover dalam “Dutch East Indies Government” yang dimuat di http://www.atlantic-cable.com, British-Australian Telegraph Company memasang kabel dengan rute dari Banyuwangi ke Darwin. Rute ini merupakan salah satu bagian dari proyek menghubungkan dunia melalui kabel. Penemuan telegraf membuat pengiriman pesan bisa dilakukan dengan lebih cepat. Penemuan telegraf merupakan buah ide cemerlang William Fothergill Cooke dan Charles Wheatstone, yang mengajukan paten sistem telegraf listrik di Inggris pada 1837. Pada 1811, tempat tersebut dikuasai oleh Belanda dan digunakan sebagai asrama perwira. Seiring kedatangan Jepang ke Tanah Air, bangunan juga berpindah tangan dan dipakai sebagai markas Kanpetai. Pasca kemerdekaan Indonesia sampai 1949, bangunan kembali berubah fungsi sebagai  asrama Batalion Macan Putih. Akhirnya kini Asrama Inggrisan berfungsi sebagai rumah dinas para anggota Kodim 0825 Banyuwangi.