Trip to hidden tourism spot

Banyuwangi adalah kabupaten yang memiliki luas 5.728,5 km² dua kali luas jakarta dan lebih luas dari pulau Bali,...

Apr , 14 2017
POSTED BY : Bery Fergiansyah Al-Qodri

Ini adalah trip ke 2 ku menuju pantai Parang kursi, pertama waktu kelas 3 smp, dan terahir 2 hari lalu, saat liburan UNBK,

rasanya lama tidak pernah menyapa alam, karna kegiatanku yang penuh, akhirnya aku bersama temanku memutuskan untuk menuju parang kursi, 70 km jarak yang kami tempuh selama 2 jam, sama seperti menuju pulau merah, karna lokasi pantai ini hanya menyimpang 4 km sebelum pulau merah, rasanya ada yang berbeda dengan penunjuk jalan, seteah bertanya sana-sini sampailah kami di suatu kampung hindu, karna sedikit ragu karna dulu bukan ini jalan yang aku lalui, akhirnya kammmi bertanya kepada beberapa orang yang ternyata penambang emas tradisional, mereka menyambut kami ramah, meskipun kami sedkit takut dengan Banyaknya anjing berkeliaran di sekitar mereka, mereka mengatakan jalannya tidak mungkin dilewati, karna kubangan lumpur mencapai 50 cm, berbahaya buat motor non trail, dengan segala pertimbangan akhirnya aku tetap bulatkan tekad dan memaksa 300-400 meter bisa kami lewati, namun ketika mendekati jembatan, ahhh.. Ternyata benar kata bapak tadi, motorku tidak bisa mrlanjutkan perjalanan, kami putuskan berjalan kaki dan meninggalkan motorku sendirian... Kami tracking selama 1 jam dengan jarak 3 km melewati bukit tumpang pitu dan tambang emas tradisional, setelah berjalan cukup jauh akhirnya kami bertemu pasir putih dan suara deburan Ombak yang sangat kerass... Ya pantai parang kursi, dengan ombak setinggi 4-6 meter dan pantai putih bersih tanpa sampah, dan batu karang menjulang besar menyerupai kursi apalagi hanya kita berdua, pantai serasa milik pribadi.. Kami menaiki karang tersebut dan menemukan sauna alami, ya tempat mandi alami dari erosi karang oleh percikan air laut, langsung aku nyemplung dan menikmati kolam tersebut, sangat menenangkan dan melepas semua lelah selama perjalanan,  dari trip awalku dulu dan sekarang aku dapatkan kesimpulan, ngetrip dengan jalan kaki itu lebih nikmat, karna kita bisa menikmati perjalanan, kita juga bisa lebih banyak bertanya kepada warga sekitar dan merasakan kehangatan mereka, kami juga dapat info tentang pertambangan, dan tentunya menyehatkan,  aku sempatkan berfoto buat upload di sosmed, kayak instagram , jangan lupa follow instagramku ya @beryfergiansyah setelah berfoto dan menikmati alam kami kembali menuju ke motor dan berharap motorku masih disana.. Dannn boom.. Motorku masih ada meskipun aku letakan di pinggir jalan tengah tengah hutan.. Sungguh trip yang mengesankan dan memberiku banyak pengalaman


Share :