Kelompok Seni Dahlia dari Desa Lidah keluar jadi juara umum Festival Jaranan Buto

Mar , 13 2017
Write by : Admin

BANYUWANGI - Festival Jaranan Buto yang dilaksankan selama tiga hari kemarin (9-11/3) berlangsung sangat meriah. Antusias dari pendukung tiap kelompok seni yang tampil tak pernah surut hingga acara usai. Sebanyak 30 grub yang tampil beradu koreo untuk keluar menjadi yang terbaik di tiap kategori yang akan di perebutkan.

 

Kelompok kesenian Jaranan Buto DAHLIA BUDAYA dari Desa Lidah keluar menjadi juara umum. Mereka menyabet beberapa kategori yang dipilih oleh juri diantaranya Celengan terbaik, Musik pengiring terbaik. Kategori lainnya seperti Barongan terbaik diraih oleh Kelompok Seni Jaranan Buto CITRA BUDAYA, Desa DASRI - Kecamatan Tegalsari. Kategori Kucingan terbaik dari Kelompok Seni CONDRO DEWI dari Desa Gedung Gebang dan Keprajuritan terbaik dari KUBRO YARSO dari Desa Bangorejo. 

 

Festival yang terbilang baru mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat Banyuwangi wilayah selatan, hal ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap budaya lokal yang berkembang di tengah masyarakat. Kesenian Jaranan Buto yang biasa ditampilkan saat siang hari dan ditengah lapangan, kali ini di gelar saat malam hari dan di tampilkan secara Epic  diatas panggung dengan ornamen khas Kesenian Jaranan Buto. 

 

Ribuan penonton mulai antri memadati area Terminal Jajag sejak sore hari untuk mendapatkan tempat yang strategis untuk menonton Kesenian Jaranan buto yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Hingga acara selesai penontonpun tak beranjak dari tempat mereka. hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kelompok Seni yang tampil dengan sambutan dan antusias masyarakat. 

 

Kesenian Jaranan sendiri merupakan akulturasi Kesenian jaranan buto yang ada "Mataraman kuno" dengan budaya lokal Banyuwangi. Keunikan dari kesenian ini dari tampilan penari dengan mengenakan ornamen layaknya kuda yang ditunggangi, namun yang ditunggangi adalah sesosok menyeramkan "Buto". Penari sendiri mengenakan kostum khasnya Jaranan dengan make up yang terlihat gagah layaknya kesatria. Setiap peserta wajib menampilkan beberapa tampilan khas Jaranan seperti Barong, Celengan "babi", Badolan, Keprajuritan, dan koreografi terbaik dari Jaranan Buto. 

 

Penyerahan hadiah yang diberikan dimalalm puncak diwakilkan oleh assisten Pemerintahan, Kepala Dinas kebudayaan dan pariwisata Banyuwangi, Budayawan dan perwakilan dari Juri.


Share :